Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Terbaik Menjaga Hubungan Dan Menjalin Hubungan Dengan Pelanggan

hubungan adalah penting karena Pelanggan akan lebih cenderung menanggapi Pertanyaan yang Anda ajukan ketika Anda mencapai tahapan untuk menemukan apa yang bernilai bagi pelanggan.” Jadi ringkasnya, penanya. "… Yang termasuk ke dalam kuadran kanan bawah produktif, tetapi ada batasnya.

Cara Terbaik Menjaga Hubungan Dan Menjalin Hubungan Dengan Pelanggan

Bisnis Anda adalah menjual dan hal tersebut membuat pelanggan Anda merupakan bisnis Anda, karena merekalah yang memberikan pendapatan penjualan yang pada gilirannya akan mempengaruhi kesuksesan perusahaan Yang Anda wakili. Namun, kadang-kadang pelanggan menjadi lebih dari Sekadar pelanggan. Hubungan Anda dengan mereka tidak lagi sekedar bisnis dan mereka berubah menjadi teman. Mereka menjadi orang yang dapat Anda hubungi di kantor atau tempat kerja mereka dan mudah ditemui bahkan tanpa janji lebih dulu. Situasi ini sendiri baik-baik saja; tetapi, lonceng peringatan mulai berbunyi ketika hubungan tersebut mengaburkan tujuan sesungguhnya yang mendasarinya sejak semula, yaitu untuk menyelesaikan urusan bisnis.

Bagi sejumlah orang, gagasan untuk menjual kepada orang-orang yang mereka sukai dan akrab dengan kita adalah salah satu imbalan terbesar dalam penjualan. Kami yakin bahwa, seperti kami, Anda mempunyai sejumlah pelanggan baik dan bekerja bersama mereka sangat menyenangkan. Fakta bahwa Anda akrab dengan mereka dapat berarti bahwa bisnis Anda bersama mereka sukses dan mereka, pada gilirannya, memperoleh kesuksesan pula. Benar-benar merupakan sistem yang rapi dan efisien.

Namun, terdapat situasi ketika sejumlah wiraniaga membuat hubungan tersebut menjadi penghalang keberhasilan bisnis. Dalam situasi seperti ini, wiraniaga tersebut sulit menjual kepada pelanggan karena mereka takut bahwa hubungan mereka ternoda jika mereka mulai menjual. Skenario yang lebih buruk adalah ketika pelanggan tersebut benar-benar memanfaatkan hubungan dengan wiraniaga itu agar tidak diminta membeli. Kami kenal dengan beberapa rekan wiraniaga yang menanyakan cara menangani pelanggan yang “berpura-pura” akrab agar mereka tidak diminta membeli. Setelah mengajukan pertanyaan lanjutan, kami hampif selalu menemukan bahwa meskipun kemungkinan dapat berbisnis dengan para pelanggan macam ini hampir tidak ada, para wiraniaga itu masih 5ering menelepon mereka dengan patuhnya setiap beberapa bulan. Sering kali, tujuan telepon penjualan ini adalah untuk tidak mencapai apa pun

kecuali hanya untuk mengirimkan buku harian perusahaan bersampul kulit atau mungkin penindih kertas bergambar logo perusahaan. Mereka dapat menghemat waktu dan uang dengan hanya mengirimkan saja hadiah itu atau yang lebih baik bertanya langsung kepada pelanggan itu apakah mereka akan berbisnis dengan mereka atau tidak, dan menindaklanjuti tanggapan itu, ia dapat mengambil keputusan bisnis apakah akan menemui pelanggan itu lagi atau tidak.

Pada kuadran kiri bawah terdapat pertanyaan-pertanyaa¬n yang tidak memajukan proses penjuaan dengan cara yang produktif maupun membina atau mempererat nilai hubungan dengan pelanggan. Jelas bahwa pertanyaan-pertanyaa¬n yang termasuk ke dalam kuadran ini tidak produktif dipandang dari segi proses penjualan yang efektif. Namun, daripada bergerak secara tergesa-gesa, akan lebih baik untuk memikirkan pertanyaanpertanyaan¬ itu sejenak karena pertanyaan tersebut terlontar akibat tidak dipikirkan sebelumnya. Anda semua adalah orang yang sibuk dan Anda

semua mempunyai tuntutan pekerjaan yang kadang-kadang menyebabkan Anda langsung bergerak saja tanpa banyak berpikir. Sementara langsung bekerja sering dapat menghemat waktu, ada bahayanya bahwa waktu yang dihemat hari ini dapat membawa konsekuensi yang berat di kemudian hari. Hanya menjual kepada pelanggan tanpa pertimbangan matang tentang apa yang akan Anda tanyakan kepada mereka, atau bahkan yang lebih buruk mengajukan pertanyaan yang memenuhi benak konsumen beberapa lama sehingga Anda punya waktu memikirkan pertanyaan selanjutnya, akan berakibat pengajuan pertanyaan-pertanyaa¬n yang tidak layak yang tidak ada gunanya bagi Anda maupun bagi pelanggan Anda. Pelanggan Anda pun hampir pasti tidak akan. membeli lagi dari Anda.

Namun, bagaimana dengan pertanyaan-pertanyaa¬n yang termasuk ke dalam kuadran ketiga kuadran yang mengandung pertanyaan-pertanyaa¬n yang terfokus pada bisnis tetapi kurang dapat menciptakan atau memelihara hubungan yang bernilai dengan pelanggan Anda -apakah pertanyaan-pertanyaa¬n tersebut produktif atau tidak produktif? Jawabannya adalah, maaf jika harus berkata, bahwa semuanya bergantung. Sejumlah pelanggan menyukai gagasan untuk langsung membicarakan bisnis. Mungkin, Anda kadang-kadang menemui pelanggan seperti ini di masa lalu. Kadang mereka dianggap sebagai orang yang langsung, tidak sabar, berkemauan keras atau bahkan dalam kasus yang ekstrem, agresif. Bermusan dengan pelanggan jenis ini membutuhkan upaya yang hati-hati tetapi jika Anda

Anda akan cepat menyadari bahwa dengan menjadi orang Yang serupa dengan mereka dalam caranya melakukan bisnis dan menjadi orang se-langsung mereka, pertanyaan Anda dapat menjadi sangat produktif. Pertanyaan bisnis yang kurang dapat memelihara hubungan, atau dalam sejumlah kasus justru merusaknya, adalah pertanyaan yang dilontarkan dalam situasi di mana Anda sebagai wiraniaga dianggap terlalu langsung, kurang sabar, atau terlalu agresif ketika mendekati dan berurusan dengan pelanggan. Dalam situasi seperti ini, pendekatan Anda jelas tidak produktif dan pelajaran pahitlah yang akan Anda dapat ketika memakai pertanyaan dalam kuadran ini. Jika pelanggan itu adalah salah seorang yang langsung, tidak suka berbasa-basi, tidak tertarik membina hubungan, dan lebih tertarik langsung berbisnis, gunakanlah pendekatan yang sama. Namun di sisi lain, jika Anda sendiri yang menyukai pendekatan ini, Anda harus menyadari fakta itu dan harus menyesuaikan diri dengan apa yang paling bernilai bagi pelanggan Anda.

Untuk pembahasan lainnya anda bisa telusuri :

  • apa tantangan bisnis pada era milenia
  • menganalisis pengembangan konsep pemasaran
  • pengertian membangun hubungan
  • makalah membangun hubungan dengan pelanggan
  • contoh hubungan dengan media massa dan pers
  • persiapan jalinan hubungan dengan pelanggan
  • strategi membangun relationship
  • cara kreatif melakukan penjualan
  • menganalisis pengembangan konsep pemasaran
  • makalah membangun hubungan dengan pelanggan
  • membangun hubungan dengan pelanggan bab 1
  • contoh hubungan dengan media massa dan pers
  • hubungan pelayanan dalam penjualan
  • mengelola siklus hidup pelanggan
  • membangun merek yang kuat
  • customer relationship marketing adalah
  • proses crm
  • makalah membangun hubungan dengan pelanggan
  • proses membangun suatu hubungan bisnis
  • manfaat hubungan dengan pelanggan
  • membangun hubungan dengan pelanggan bab 1
  • makalah membangun hubungan dengan pelanggan
  • menganalisis pengembangan konsep pemasaran
  • persiapan jalinan hubungan dengan pelanggan
  • hubungan perusahaan dengan pelanggan
  • manajemen hubungan pelanggan pdf
  • pentingnya pelanggan bagi perusahaan
  • crm operasional adalah
  • makalah membangun hubungan dengan pelanggan
  • contoh kasus manajemen hubungan pelanggan
  • tingkat hubungan dengan pelanggan
  • pengertian hubungan baik
  • menganalisis hubungan dengan pelanggan
  • manfaat hubungan dengan pelanggan
  • crm operasional adalah
  • mengelola siklus hidup pelanggan
  • proses crm
  • customer relationship marketing adalah
  • pengertian kerjasama kolega dan pelanggan
  • cara mempertahankan pelanggan lama
  • cara menciptakan loyalitas pelanggan
  • strategi membangun kepuasan pelanggan
  • loyalitas dan kepuasan pelanggan
  • pelayanan mutu terpadu
  • bagaimana cara mengetahui loyalitas konsumen

Akhirnya, kita sampai pada kuadran terakhir yang meliputi pertanyaanpertanyaan¬ yang terfokus pada bisnis dan sekaligus membina atau malah mempererat hubungan Anda dengan pelanggan. Pertanyaan jenis ini paling produktif dari kesemuanya. Pertanyaan ini memfokuskan pada perhatian Anda dan juga pada pelanggan Anda, dan membuat pengalaman penjualan tersebut bermanfaat dan mungkin bahkan dapat dinikmati.

Kita telah membahas gagasan bahwa pertanyaan yang Anda lontarkan pada interaksi penjualan dengan pelanggan dapat menjadi produktif atau tidak produktif. Kita juga telah membahas mengenai fakta bahwa sejumlah pertanyaan yang Anda lontarkan akan cenderung membina atau mempererat hubungan Anda dengan pelanggan. Dengan mengingat-ingat hal tersebut, marilah kita ambil sejumlah contoh pertanyaan penjualan yang 5ering dipakai dan kita nilai produktivitasnya.

Admin Penulis Menyukai Hal Mengenai Bisnis, Keuangan, Internet Marketing, Otomotif, Pendidikan dan telah menyelesikan pendidikan formal Magister Manajemen

Post a Comment for "Cara Terbaik Menjaga Hubungan Dan Menjalin Hubungan Dengan Pelanggan "

Berlangganan via Email